Awas! PMS Berlebih bisa Sebabkan Hipertensi

Awas! PMS Berlebih bisa Sebabkan Hipertensi

Sabtu, 28 Oktober 2017 - Kesehatan

Penyakit Hipertensi Akibat PMS Berlebih | PMS adalah suatu keadan wanita dengan tingkat emosional cukup tinggi yang disebabkan oleh menstruasi. Wanita yang mengalami menstruasi memang cenderung lebih mudah marah. Saat emosionalnya meningkat, para wabita memandang siapa saja yang dimarahinya. Bahkan pasangannya sendiri juga dimarahinya jika PMS ini datang.

Namun, PMS yang berlebihan ternyata memiliki dampak negatif bagi tubuh. Salah satu dampak yang akan ditimbulkan jika seorang wanita mengalami PMS yang berlebih yaitu hipertensi. Tentu anda tidak ingin hal ini terjadi bukan? Untuk itu sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Menjaga kesehatan tubuh ini bisa melalui makanan, nutrisi, dan tingkah laku kita. Menjaga kesehatan tubuh dengan baik akan mengurangi resiko hipertens akibat PMS berlebih ini.

Penyakit Hipertensi Akibat PMS Berlebih

Hipertensi atau yang biasa dikenal dengan darah tinggi juga bisa menyerang para wanita. Penyakit ini menyerang para wanita diakibatkan oleh PMS berlebihan yang dialami wanita. PMS pada wanita ini memang sudah umum terjadi. Hal ini dikarenakan otak dan rahim tidak bisa terkontrol dengan baik. Saat menjelang menstrasi otak wanita akan berada diluar kontrol. Begitu jiga dengan rahim yang berada diperutnya. Hal ini tentu akan membuat wanita cenderung lebih emosional.

Saat menstruasi datang, rahim akan berkontraksi kuat dan hal ini menimbulka rasa nyeri disekujur tubuh wanita. Karena perubahan inilah membuat otak dari wanita menjadi terganggu dan akhirnya emosionalpun memuncak. Kebanyak wanita memang kurang bisa untuk mengontrol otaknya dalam keadaan ini.

Baca Juga: Resep Masakan

Namun, anda para wanita perlu berhati-hati, karena PMS yang berlebihan akan dapat menimbulkan dampak negatif yaitu hipertensi. Sebuah penelitian yang dilakukan menemukan wanita yang mengalami gejala PMS berat dan berlebihan akan lebih beresiko terserang penyakit hipertensi ini.

PMS memang tidak selalu meyerang beberapa wanita di gejala awal menstruasi. Namun, tak jarang juga yang merasakan mengalami gejala PMS ini. Dalam sebuah penelitian menunjukkan 40% dari wanita mengalami gejala PMS ini dimasa awal menstruasinya, lebih beresiko mengalami penyakit hipertensi ini sebelum usianya mencapai 40 tahun. Hal ini tentunya menjadi masalah yang tidak boleh dibiarkan begitu saja. Karena jika tidak, maka resiko hipertensi akan lebih mudah menyerang anda.

Untuk bisa mengatasi masalah ini, anda bisa mengkonsumsi makan yang mengandung Vitamin B, tiamin dan riboflavin. Makan yang memiliki kandungan ini antara lain susu, sayuran hijau, dan telur dan masih banyak lagi yang lainnya.

Demikian tadi yang bisa kami sajikan untuk anda mengenai penyakit hipertensi akibat PMS yang berliebihan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan pengetahuan anda tentang kesehatan tubuh.

Source: Falony